nostalgia ®
sila register untuk mendapatkan kepuasaan yang tiada tandingan...bersama nostalgia!!


Nostalgia Community 2009-2010 ®
 
HomeCalendarFAQRegisterLog in
Free Our Mind
Mari Bersama-sama Dalam Dalam Perjuangan Jihad Cyber
Free Our Mind Crew © 2009
Log in
Username:
Password:
Log in automatically: 
:: I forgot my password
Latest topics
» org pro nak masuk
by just smile Thu Dec 13, 2012 12:42 pm

» How To hack Streamyx Account
by just smile Wed Dec 12, 2012 10:24 am

» IZ FIBER menyelesaikan masalah sembelit, berat badan dan perut buncit
by intan az Sat Jan 29, 2011 7:28 pm

» 5 Pantang Larang & 6 Syarat Pemakanan Elak Obesiti
by intan az Sat Jan 29, 2011 7:26 pm

» Del Toro: Hari Pertamaku di Nostalgia Community! Sila beri tunjuk ajar...huhu!
by Ran Del Toro Thu Nov 18, 2010 7:17 am

» Internet Paling Laju Di Dunia!-40GBps
by uosɹǝdpǝɹıdxǝ Sun Nov 14, 2010 10:48 pm

» mama jaapar is here nokss....
by Ran Del Toro Sat Sep 11, 2010 10:07 am

» Mari Berbalas Pantun
by unknow Sun Aug 08, 2010 11:06 pm

» SMS FREE (Untuk Celcom)
by unknow Sun Aug 08, 2010 10:24 pm

» mana sume org
by uosɹǝdpǝɹıdxǝ Sat Jul 10, 2010 5:05 pm

» Kalau terjumpa atau ternampak hantu, apa nak buat?
by noname Sun Apr 11, 2010 8:22 pm

» Berkumpul semula di Nostalgia...
by noname Sun Apr 11, 2010 8:19 pm

» Jin Takut Pada Minyak Wangi...??
by Laksamana Sunan Tue Mar 30, 2010 1:47 am

» Buzz That RapidShare Wait Limit
by mr. O Tue Mar 16, 2010 5:31 am

» salam 1 malaysia
by bridex Fri Mar 05, 2010 5:01 pm

» Duduk Lama Depan Komputer Boleh Bawa Maut.
by noname Mon Feb 08, 2010 11:22 pm

» diari korang
by Laksamana Sunan Sat Feb 06, 2010 11:40 pm

» Mozilla Firefox shortcut keys
by waja Tue Jan 19, 2010 11:33 am

» Cara2 mencantikan PC anda..
by Redline360 Wed Jan 13, 2010 10:35 pm

» Cara lajukan capaian internet
by Redline360 Wed Jan 13, 2010 10:35 pm

Who is online?
In total there are 2 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 2 Guests

None

Most users ever online was 322 on Sun Jan 17, 2010 11:19 pm

Share | 
 

 Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut..

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
Laksamana Sunan
Moderator
Moderator


Posts : 714
Join date : 2009-09-27
Age : 29
Location : dalam jasad manusia

PostSubject: Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut..   Thu Oct 08, 2009 4:49 pm

Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut Ada sebuah
kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah
melalui kehidupan Rasul-Nya.Pagi itu, walaupun langit telah mulai
menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya.
Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.Kuwariskan dua perkara pada
kalian, Al Qur'an dan sunnahku.Barang siapa mencintai sunnahku, bererti
mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga
bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata
Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik
turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali
menundukkan kepalanya dalam-dalam.Isyarat itu telah datang, saatnya
sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"keluh hati semua
sahabat kala itu.Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya
di
dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap
Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar.Disaat
itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan
detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang
di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang
berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya.

Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang
demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian
ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan
bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"

"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,"
tutur Fatimah lembut.Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan
pandangan yang menggetarkan.Seolah-olah bahagian demi bahagian
wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah
yang memisahkan pertemuan di dunia.Dialah malakul maut," kata
Rasulullah.

Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.Malaikat maut datang
menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama
menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di
atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya� Rasululllah
dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para
malaikat telah menanti� ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti
kedatanganmu," kata Jibril.Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah
lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar
ini?" Tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman
kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad
telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik.Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah
peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh.

Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan
Jibril� memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan
wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak
tertahankan lagi."Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua
siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."Badan Rasulullah mulai
dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.Bibirnya bergetar
seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat
dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii,
ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia
yang memberi sinaran itu.

P/S : mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi.

_________________

MATI ITU PASTI.....HIDUP INSYAALLAH


Apabila hujan turun..
Melimpah lah air dari perbukitan
Aliran menujah ke batu
melekuk..
tanda waktu beralih
Seiring nyawa menghanyut usia
Sejalan nafas
melangkah ke hujung..


"....Awan..
Kalau dapat dicapai
maka saktilah hamba.."



Back to top Go down
 
Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut..
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
nostalgia ® :: Info dan Tips :: Agama-
Jump to:  
Forumotion.com | © phpBB | Free forum support | Contact | Report an abuse | Free forum